perbedaan maklon pangan dan obat tradisional cara menentukan kategori produk

Perbedaan Maklon Pangan dan Obat Tradisional: Cara Menentukan Kategori Produk

Punya ide produk herbal untuk dijual dengan brand sendiri, tapi masih bingung harus masuk maklon pangan atau Obat Tradisional (OT)?

Pertanyaan ini cukup penting untuk dijawab sebelum masuk terlalu jauh ke formula, kemasan, klaim, dan produksi.

Sebab, produk yang sama-sama menggunakan bahan herbal belum tentu otomatis masuk kategori Obat Tradisional. Kategori produk perlu dilihat dari karakteristik produk, tujuan penggunaan, bentuk sediaan, komposisi, serta klaim yang digunakan.

Secara sederhana, BPOM mendefinisikan Pangan Olahan sebagai makanan atau minuman hasil proses dengan cara atau metode tertentu, dengan atau tanpa bahan tambahan. Sementara Obat Tradisional merupakan bahan atau ramuan bahan yang berasal antara lain dari tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenik), atau campurannya yang secara turun-temurun digunakan untuk pengobatan.

Artinya, sebelum menentukan jasa maklon, langkah pertama bukan sekadar mencari pabrik. Tentukan dulu karakter dan kategori produk yang ingin dibuat.

Apa Itu Maklon Pangan?

Maklon pangan adalah proses pembuatan produk pangan melalui perusahaan atau fasilitas produksi yang menyediakan layanan pengembangan dan produksi untuk pemilik brand.

Dalam praktiknya, calon pemilik brand bisa datang dengan:

  • ide produk,
  • konsep rasa,
  • bahan utama,
  • contoh produk,
  • target harga,
  • atau bahkan baru memiliki gambaran produk secara umum.

Dari sana, proses dapat dilanjutkan ke pengembangan formula, pembuatan sample, penyesuaian produk, kemasan, produksi, dan kebutuhan legalitas sesuai kategori produk.

Produk pangan sendiri sangat luas. Contohnya dapat berupa:

  • minuman serbuk,
  • minuman ready to drink,
  • teh,
  • madu,
  • bumbu,
  • seasoning,
  • sirup,
  • konsentrat,
  • produk pangan fungsional,
  • dan berbagai produk makanan atau minuman lainnya.

Jadi, maklon pangan tidak hanya berarti membuat makanan berat atau snack.

Produk berbasis bahan alami atau herbal pun dapat memiliki jalur pangan selama karakteristik dan penggunaannya memang sesuai dengan kategori pangan yang berlaku.

Apa Itu Maklon Obat Tradisional?

Maklon Obat Tradisional adalah pembuatan produk Obat Tradisional melalui industri atau pelaku usaha yang memenuhi persyaratan produksi dan regulasi untuk kategori tersebut.

Dalam kategori Obat Tradisional, produk dapat menggunakan bahan tumbuhan, bahan hewan, mineral, sediaan sarian atau galenik, maupun campurannya.

Namun, ada perbedaan penting.

Produk Obat Tradisional tidak cukup hanya dilihat dari adanya bahan herbal. Produk juga harus memenuhi ketentuan yang berlaku untuk kategori Obat Tradisional, termasuk aspek keamanan, mutu, produksi, registrasi, penandaan, dan klaim.

Karena itu, jalur pengembangan produk Obat Tradisional berbeda dengan produk pangan.

Perbedaan Maklon Pangan dan Obat Tradisional

Kalau dibuat sederhana, perbedaan utamanya bisa dilihat dari beberapa aspek berikut.

Aspek Maklon Pangan Maklon Obat Tradisional
Kategori
Pangan Olahan
Obat Tradisional/Obat Bahan Alam
Tujuan utama
Produk makanan atau minuman
Produk untuk penggunaan pengobatan sesuai kategori
Bahan
Bahan pangan dan bahan lain yang diperbolehkan
Bahan tumbuhan, hewan, mineral, galenik, atau campurannya sesuai ketentuan
Bentuk
produk Makanan, minuman, serbuk, teh, RTD, dan bentuk pangan lainnya
Bentuk sediaan Obat Tradisional sesuai ketentuan
Klaim
Mengikuti ketentuan klaim pangan
Mengikuti ketentuan klaim khasiat Obat Bahan Alam
Produksi
Mengikuti persyaratan produksi pangan
Mengikuti persyaratan CPOTB sesuai kategori
Legalitas
Mengikuti ketentuan pangan olahan
Mengikuti ketentuan Obat Tradisional/Obat Bahan Alam
Pengembangan formula
Berorientasi pada karakteristik pangan
Berorientasi pada persyaratan produk Obat Tradisional
Target penggunaan
Konsumsi sebagai pangan
Penggunaan sesuai tujuan dan kategori Obat Tradisional

Tabel tersebut merupakan gambaran umum. Dalam praktiknya, penentuan kategori tidak sebaiknya dilakukan hanya dengan mencocokkan satu bahan atau satu bentuk produk.

Apakah Produk Herbal Selalu Termasuk Obat Tradisional?

Tidak.

Ini salah satu kesalahpahaman yang cukup sering terjadi ketika seseorang ingin membuat brand produk herbal.

Misalnya seseorang ingin membuat:

“Minuman jahe untuk diminum sehari-hari.”

Adanya jahe sebagai bahan utama tidak otomatis membuat produk tersebut menjadi Obat Tradisional.

Begitu juga ketika seseorang ingin membuat teh yang mengandung tanaman herbal. Kata “herbal” pada nama atau konsep produk tidak dengan sendirinya menentukan kategori regulasinya.

Yang perlu diperhatikan adalah keseluruhan karakteristik produk.

Beberapa hal yang perlu dilihat antara lain:

  1. Apa tujuan produk tersebut?
  2. Bagaimana produk digunakan?
  3. Apa bentuk produknya?
  4. Apa saja komposisinya?
  5. Bagaimana formula produk dikembangkan?
  6. Klaim apa yang ingin digunakan?
  7. Ketentuan kategori apa yang berlaku untuk produk tersebut?

Karena itu, bahan herbal bukan satu-satunya faktor penentu kategori.

Kenapa Klaim Produk Penting?

Klaim menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan sejak awal pengembangan produk.

Misalnya, ada dua konsep:

Konsep A

Minuman herbal untuk dikonsumsi sebagai minuman sehari-hari.

Konsep B

Produk herbal dengan klaim khasiat tertentu untuk tujuan penggunaan tertentu.

Walaupun keduanya mungkin menggunakan bahan yang sama, pendekatan pengembangan dan evaluasi regulasinya tidak bisa disamakan begitu saja.

Untuk Obat Bahan Alam, BPOM memiliki ketentuan khusus mengenai klaim khasiat melalui PerBPOM Nomor 30 Tahun 2023 tentang Pedoman Klaim Khasiat Obat Bahan Alam.

Karena itu, sebaiknya klaim tidak baru dipikirkan ketika desain kemasan sudah selesai.

Klaim sebaiknya dibahas sejak tahap konsep produk.

Dengan begitu, formula, bentuk produk, informasi pada label, dan strategi pemasaran dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan kategori serta ketentuan yang berlaku.

Perbedaan Legalitas Pangan dan Obat Tradisional

Perbedaan kategori produk juga berpengaruh terhadap jalur regulasinya.

Untuk pangan, terdapat ketentuan mengenai produksi pangan olahan, keamanan, mutu, label, klaim, dan persyaratan lain sesuai jenis produknya.

BPOM juga memiliki ketentuan mengenai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). CPPOB pada dasarnya menjadi pedoman untuk memastikan pangan olahan diproduksi dengan kondisi yang dapat menjamin keamanan, mutu, dan kelayakan produk.

Sementara itu, untuk Obat Tradisional terdapat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).

CPOTB mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan proses pembuatan Obat Tradisional agar produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu sesuai tujuan penggunaannya.

Jadi, jangan menganggap:

“Kalau pabrik bisa membuat pangan, berarti otomatis bisa membuat Obat Tradisional.”

Keduanya memiliki persyaratan dan jalur regulasi yang berbeda.

CPPOB dan CPOTB Itu Apa Bedanya?

Secara sederhana:

CPPOB digunakan dalam konteks produksi pangan olahan.

CPOTB digunakan dalam konteks pembuatan Obat Tradisional.

Keduanya sama-sama bertujuan menjaga konsistensi dan mutu proses produksi, tetapi diterapkan pada kategori produk yang berbeda.

Untuk calon pemilik brand, hal ini penting karena ketika mencari perusahaan maklon, yang perlu diperhatikan bukan hanya:

“Bisa produksi atau tidak?”

Tetapi juga:

“Apakah fasilitas dan proses produksinya sesuai dengan kategori produk yang ingin saya buat?”

Ini menjadi salah satu alasan kenapa menentukan kategori produk sebaiknya dilakukan sebelum masuk ke tahap produksi.

Contoh Produk yang Sering Membuat Orang Bingung

1. Minuman Herbal

Minuman dengan bahan seperti jahe, kunyit, serai, atau bahan tanaman lainnya sering disebut “minuman herbal”.

Namun, istilah herbal saja belum cukup untuk menentukan kategorinya.

Perlu dilihat karakteristik produk, bentuk, komposisi, tujuan penggunaan, serta klaim yang digunakan.

2. Teh Herbal

Teh yang menggunakan bahan tanaman juga tidak otomatis menjadi Obat Tradisional.

Konsep produk sebagai minuman, bentuk penyajian, komposisi, dan klaim perlu diperhatikan sebelum menentukan jalur produksinya.

3. Madu Herbal

Madu juga sering digunakan sebagai bahan dasar produk dengan positioning kesehatan.

Namun, penggunaan madu atau bahan herbal tidak dengan sendirinya menentukan apakah produk tersebut termasuk pangan atau Obat Tradisional.

Karakteristik produk secara keseluruhan tetap perlu dievaluasi.

4. Serbuk Herbal

Produk berbentuk serbuk juga perlu dilihat lebih jauh.

Serbuk dapat digunakan untuk berbagai jenis produk. Karena itu, bentuk serbuk saja tidak cukup untuk menentukan kategori.

Pertanyaan yang lebih tepat adalah:

“Serbuk ini sebenarnya dibuat sebagai produk apa, untuk tujuan apa, dengan komposisi seperti apa, dan klaim apa yang akan digunakan?”

Bagaimana Cara Menentukan Produk Masuk Pangan atau Obat Tradisional?

Daripada langsung bertanya “maklonnya di mana?”, lebih baik mulai dengan checklist berikut.

1. Tentukan tujuan produk

Apakah produk ingin dikembangkan sebagai makanan atau minuman?

Atau memang dirancang sebagai produk Obat Tradisional dengan tujuan penggunaan sesuai ketentuan kategori tersebut?

Ini menjadi titik awal.

2. Tentukan bentuk produk

Apakah produk berupa:

  • minuman,
  • serbuk,
  • teh,
  • kapsul,
  • cairan,
  • tablet,
  • atau bentuk lainnya?

Bentuk produk dapat menjadi salah satu informasi penting dalam evaluasi kategori.

3. Tentukan komposisi

Tuliskan bahan yang ingin digunakan.

Jangan hanya menulis:

“Saya mau produk herbal.”

Lebih baik sudah memiliki gambaran seperti:

bahan utama + bahan pendukung + bentuk produk + cara konsumsi.

Semakin jelas konsep awalnya, semakin mudah proses pengembangan dilakukan.

4. Tentukan klaim

Apa yang ingin disampaikan kepada konsumen?

Apakah sekadar menjelaskan karakteristik produk?

Atau ingin menggunakan klaim tertentu mengenai manfaat atau khasiat?

Bagian ini perlu diperhatikan karena klaim memiliki ketentuan tersendiri.

5. Evaluasi kategori sebelum produksi

Setelah empat hal di atas jelas, barulah kategori produk dapat dibahas lebih lanjut berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Jangan menunggu sampai kemasan sudah dicetak untuk mengetahui bahwa konsep produk ternyata perlu disesuaikan.

Apa Risiko Kalau Salah Menentukan Kategori dari Awal?

Kesalahan kategori dapat membuat proses pengembangan menjadi lebih panjang karena beberapa elemen produk mungkin perlu disesuaikan.

Contohnya:

  • formula perlu dievaluasi kembali,
  • klaim perlu diubah,
  • desain label perlu disesuaikan,
  • informasi produk perlu diperbaiki,
  • fasilitas produksi yang digunakan perlu dipastikan sesuai,
  • atau jalur legalitas perlu diarahkan ulang.

Dalam bisnis, perubahan seperti ini bukan hanya memakan waktu. Bisa juga menambah biaya pengembangan.

Karena itu, menentukan kategori sejak awal merupakan bagian dari perencanaan produk, bukan sekadar urusan administrasi.

Apakah Maklon Pangan Bisa Membuat Produk Herbal?

Bisa saja, selama produk tersebut memang dikembangkan sebagai pangan dan memenuhi persyaratan kategori pangan yang berlaku.

Contohnya dapat berupa produk pangan atau minuman yang menggunakan bahan tanaman tertentu sebagai bagian dari komposisinya.

Namun, istilah “herbal” tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk langsung menganggap semua produk tersebut sebagai pangan.

Sebaliknya, produk dengan bahan herbal juga tidak otomatis harus diarahkan menjadi Obat Tradisional.

Kategori ditentukan berdasarkan karakteristik dan ketentuan produk secara keseluruhan.

Apa yang Harus Disiapkan Sebelum Konsultasi Maklon?

Kalau sudah punya ide produk, setidaknya siapkan informasi berikut:

1. Nama atau konsep produk

Contoh:

Minuman jahe untuk brand sendiri.

2. Bentuk produk

Contoh:

RTD botol 250 ml.

3. Bahan utama

Contoh:

Jahe, madu, dan bahan pendukung lainnya.

4. Target konsumen

Contoh:

Konsumen dewasa yang mencari minuman herbal praktis.

5. Gambaran klaim

Tuliskan pesan yang ingin disampaikan tanpa langsung menganggap klaim tersebut pasti diperbolehkan.

6. Target harga

Berapa kisaran harga jual yang ingin dicapai?

7. Perkiraan jumlah produksi

Berapa banyak produk yang ingin dibuat pada tahap awal?

Informasi tersebut akan membantu proses diskusi dengan pihak maklon menjadi jauh lebih terarah.

Jadi, Lebih Baik Maklon Pangan atau Obat Tradisional?

Pertanyaan yang lebih tepat sebenarnya bukan:

“Mana yang lebih baik?”

Tetapi:

“Kategori mana yang sesuai dengan produk yang ingin saya buat?”

Pangan dan Obat Tradisional memiliki tujuan, karakteristik, persyaratan produksi, serta ketentuan regulasi yang berbeda.

Kalau konsep produk Anda memang berupa makanan atau minuman, pembahasannya dapat diarahkan ke jalur maklon pangan.

Sementara kalau konsepnya merupakan Obat Tradisional, maka pengembangannya perlu mengikuti persyaratan yang berlaku untuk kategori tersebut.

Jadi, jangan memilih kategori berdasarkan mana yang terlihat lebih mudah.

Mulai dari produknya, lalu tentukan jalur regulasinya.

Bagaimana Memulai Maklon Produk Pangan?

Kalau setelah mengevaluasi konsep produk ternyata masuk kategori pangan, tahap berikutnya adalah menentukan spesifikasi produk dan kebutuhan produksinya.

Biasanya proses dapat dimulai dari:

Konsep produk → diskusi formula → sample → evaluasi → kemasan → legalitas sesuai kategori → produksi → produk siap dipasarkan.

Untuk calon brand owner yang masih berada di tahap awal, tidak harus sudah memiliki formula final.

Yang penting adalah konsep produk, target pasar, bentuk produk, dan kebutuhan utamanya sudah mulai jelas.

Elprimafood International menyediakan layanan maklon pangan untuk pengembangan berbagai produk makanan dan minuman dengan opsi pengembangan formula, sample, kemasan, produksi, serta pendampingan proses sesuai kategori produk.

Kesimpulan

Perbedaan maklon pangan dan Obat Tradisional bukan hanya terletak pada bahan yang digunakan.

Pangan Olahan dan Obat Tradisional memiliki definisi, tujuan penggunaan, persyaratan produksi, klaim, serta jalur regulasi yang berbeda.

Produk yang menggunakan bahan herbal juga tidak otomatis menjadi Obat Tradisional.

Sebelum mulai maklon, setidaknya tentukan:

  1. tujuan produk,
  2. bentuk produk,
  3. komposisi,
  4. klaim yang ingin digunakan,
  5. target konsumen,
  6. dan kategori produk yang sesuai.

Dengan menentukan hal tersebut sejak awal, proses pengembangan produk akan lebih terarah dan risiko perubahan formula, kemasan, atau konsep di tahap berikutnya dapat diminimalkan.

Kalau produk yang ingin dikembangkan masuk kategori pangan, langkah berikutnya adalah membahas formula, target harga, MOQ, kemasan, sample, dan kebutuhan legalitas dengan perusahaan maklon pangan yang sesuai.

FAQ

Apakah produk herbal selalu termasuk Obat Tradisional?

Tidak. Bahan herbal saja tidak otomatis menentukan kategori produk. Karakteristik produk, tujuan penggunaan, bentuk, komposisi, dan klaim perlu diperhatikan.

Apakah minuman herbal bisa menjadi produk pangan?

Bisa, apabila karakteristik produk dan penggunaannya sesuai dengan kategori pangan serta memenuhi ketentuan yang berlaku.

Apakah madu termasuk Obat Tradisional?

Tidak otomatis. Produk berbahan madu perlu dilihat berdasarkan karakteristik, komposisi, tujuan penggunaan, bentuk produk, dan klaimnya.

Apa perbedaan CPPOB dan CPOTB?

CPPOB berkaitan dengan penerapan cara produksi yang baik untuk pangan olahan, sedangkan CPOTB berkaitan dengan pembuatan Obat Tradisional.

Apakah klaim mempengaruhi pengembangan produk?

Klaim merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan sejak awal karena pangan dan Obat Bahan Alam memiliki ketentuan klaim yang berbeda.

Apa yang harus dilakukan sebelum maklon produk herbal?

Mulai dari menentukan tujuan produk, bentuk, komposisi, target konsumen, dan gambaran klaim. Setelah itu, kategori produk dapat dibahas berdasarkan ketentuan yang berlaku sebelum masuk ke tahap pengembangan dan produksi.

Apakah Elprimafood melayani maklon Obat Tradisional?

Elprimafood berfokus pada jasa maklon pangan olahan. Untuk produk yang termasuk kategori Obat Tradisional, kebutuhan produksi perlu diarahkan ke fasilitas dan pelaku usaha yang sesuai dengan persyaratan kategori tersebut.